Tarian di Tengah Rinyik Hujan – Puisi Ninuk Kleden-Probonegoro

Tarian di Tengah Rinyik Hujan – Puisi Ninuk Kleden-Probonegoro

Malam itu kudengar jingkat-jingkat lembut
di atas atap.

Rinyik-rinyik irama walz, seperti hembusan
Orkestra dari langit gelap dan basah

Tak lama.

Tango masuk
tanpa salam

langkahnya lebih pendek
jaraknya lebih dekat

Ia melemah sebentar,
lalu menghentak-hentak cepat—
lincah dan dramatis.

Menyapu rinyik-rinyik walz,
mengganti iramanyanya
dari panggung yang sama:
langit gelap dan basah.

Hentakan tango  mampu membuka ingatan.

Hanya getar. irama yang tak bisa ditolak untuk melompat ke relung waktu

dan membuka tabir ingatan.

Kutulis saja semua sebagai sketsa akhir tahun

dan kusimpan di tempatnya:
 lacilangit, bersama tumpukan kenangan

Dibalut walz yang akan menari  Kembali tahun depan

dengan langkah yang tak mungkin sama

Bintaro 30 Desember 2025

Post Comment