Wapres AS Sebut 10 Tuntutan Iran “Sampah” dan Diduga Pakai ChatGPT

Wapres AS Sebut 10 Tuntutan Iran “Sampah” dan Diduga Pakai ChatGPT

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengungkapkan adanya kebingungan serius dalam proses negosiasi gencatan senjata dua minggu antara Washington dan Teheran yang baru saja dicapai. Menurutnya, pihak Iran telah mengirimkan setidaknya tiga versi berbeda dari proposal yang memuat sepuluh poin tuntutan. Versi pertama yang diterima oleh tim perunding Amerika, termasuk Steve Witkoff dan Jared Kushner, dianggap sangat tidak masuk akal sehingga langsung ditolak dan dibuang begitu saja.

Vance bahkan menduga proposal awal itu disusun dengan bantuan kecerdasan buatan seperti ChatGPT, yang membuatnya terasa generik dan kurang substansial. Situasi ini memicu salah paham yang cukup dalam di antara kedua negara. Proposal-proposal yang saling bertabrakan tersebut menyebabkan tim negosiasi kesulitan memahami posisi masing-masing pihak, terutama soal cakupan gencatan senjata yang melibatkan Lebanon dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Versi kedua proposal Iran yang jauh lebih realistis akhirnya menjadi dasar kesepakatan akhir, tetapi media Amerika justru banyak memberitakan versi pertama yang sudah ditolak. Hal ini membuat Vance menyalahkan pemberitaan tersebut karena dianggap memperburuk persepsi publik dan mempersulit upaya diplomasi di tengah ketegangan yang masih tinggi pasca-serangan militer besar-besaran AS terhadap puluhan ribu target di Iran.

Kontroversi ini muncul pada saat gencatan senjata masih sangat rapuh. Kedua belah pihak baru saja menghentikan permusuhan setelah konflik yang melibatkan Israel dan mengganggu pasokan minyak global. Pernyataan Vance menegaskan bahwa Amerika tidak akan mentolerir tuntutan yang dianggap berlebihan atau tidak serius, sekaligus menunjukkan betapa rumitnya proses perdamaian sementara di Timur Tengah. Meski demikian, kesepakatan dua minggu ini tetap memberi ruang bagi kedua negara untuk bernapas, meski IRGC Iran tetap menyatakan kewaspadaan tinggi dan siap membalas jika ada pelanggaran.

AI: Grok

Post Comment