Lewati ke konten
6 October 2026Jelajahi arsip
Niskala News

Jurnalisme, gagasan, dan kebudayaan

Kabar

Tradisi Ngikis di Situs Karangkamulyan

Niskala News, 07 Mei 2018. Ciamis merupakan kabupaten yang kaya akan peninggalan sejarah. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya situs yang berada di Kabupaten Ciamis. Salah satunya adalah Situs Karangkamulyan atau sering dikenal dengan sebutan Situs Ciung Wanara. Di Situs Karangkamulyan ini terdapat sebuah tradisi yang secara turun-temurun selalu dilaksanakan oleh masyarakat Desa Karangkamulyan. Tradisi tersebut adalah Tradisi Ngikis.
Secara harfiah Ngikis berarti “memagar”. Pada masa lalu Ngikis lebih bersifat fisik yakni mengganti pagar Situs Batu Pangcalikan (Singgasana Raja) yang rutin dilaksanakan setiap satu tahun sekali menjelang bulan suci Ramadhan. Selain itu Ngikis juga meupakan sarana untuk memagari dan membersihkan diri dari perilaku buruk dan hawa nafsu, sehingga ketika masuk bulan Ramadhan diri (masyarakat) dalam keadaan bersih (suci) dan dapat terhindar dari sifat-sifat tercela. Dimana inti dari puasa adalah memagari hawa nafsu, baik nafsu lahir (makan, minum) juga nafsu bathin (sex, iri, dengki dan menganiaya orang). Selain itu Ngikis juga merupakan ajang untuk mempererat tali silaturahmi diantara semua masyarakat Karangkamulyan termasuk juga setiap tamu yang hadir dalam acara tersebut.

Prosesi pelaksanaan Ngikis ini diawali dengan penyambutan tamu kehormatan di area pelataran Situs Karangkamulyan, kemudian dilanjutkan dengan memasuki area Situs Batu Pangcalikan yaitu lokasi yang akan di Kikis (dipagar). Di area Situs Batu Pangcalikan lantunan dzikir, rajah pamunah (doa pembersih), shalawat, dan kdiung berisi pesan kepasrahan kepada Allah SWT terdengar menggema selama kegiatan berlangsung. Air yang diambil dari berbagai sumber mata air atau sering disebut dengan cai sanusantara (air senusantara) disatukan kedalam kendi yang telah disediakan, prosesi ini disebut dengan patepung rasa. Air yang telah disatukan dalam kendi kemudian diminum dan digunakan untuk membasuh muka, masyarakat Tatar Galuh meyakini bahwa air tersebut akan membawa keberkahan dalam hidup. Kemudian acara dilanjutkan kepada acara inti yaitu pemagaran Situs Batu Pangcalikan secara simbolis oleh para tamu kehormatan dan tokoh adat.
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi juga turut hadir dalam acara Tradisi Ngikis. Menurut Dedi Mulyadi, Tradisi Ngikis merupakan sarana untuk memperkenalkan sejarah dan sebagai ikhtiar manusia untuk memelihara alam. “Ada dua hal yang harus diingat oleh orang Jawa Barat, pertama mereka harus mengingat terhadap pemimpin mereka pada jaman dahulu yang memimpin dengan arif dan bijaksana. Kemudian kegiatan Ngikis juga harus menjadi pengingat kita untuk dapat menjaga lingkung, dan dapat lebih berperilaku bijaksana terhadap alam”.

Percakapan

Tinggalkan tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *