Indonesia Galang Kampanye Pencalonan Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB 2029–2030
Indonesia mulai mengintensifkan diplomasi untuk mendapatkan dukungan bagi pencalonannya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2029–2030). Momentum utama kampanye tersebut berlangsung di New York, bersamaan dengan rangkaian Sidang ke-81 Majelis Umum PBB.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono memimpin langsung delegasi Indonesia dalam rangkaian High-Level Week Majelis Umum PBB. Di tengah padatnya agenda pertemuan tingkat tinggi, Indonesia juga menyiapkan sejumlah kegiatan diplomatik untuk memperkenalkan pencalonannya kepada negara-negara anggota PBB dan membangun dukungan.
Salah satu kegiatan yang disiapkan adalah resepsi diplomatik di New York yang secara khusus menjadi bagian dari kampanye pencalonan Indonesia. Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang, kegiatan tersebut merupakan ruang bagi Indonesia untuk menyampaikan kontribusi dan gagasan yang hendak dibawa apabila nantinya memperoleh mandat sebagai anggota tidak tetap DK PBB.
Pencalonan untuk periode 2029–2030 sebenarnya telah diumumkan lebih awal. Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri pada Januari 2026, Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia akan mencalonkan diri dan mulai menggalang dukungan dari negara-negara anggota PBB.
Kini, momentum Sidang Majelis Umum PBB menjadi salah satu tahap penting dalam upaya tersebut.
Membawa agenda Global Selatan
Kementerian Luar Negeri menyatakan Indonesia ingin menawarkan pengalaman dan kontribusi yang selama ini diberikan dalam kerja sama multilateral serta upaya pembangunan perdamaian internasional.
Yvonne Mewengkang mengatakan Indonesia akan membawa pendekatan sebagai negara yang berupaya menjembatani perbedaan, membangun posisi bersama, dan menjaga dialog di tengah berbagai persoalan internasional.
Indonesia juga menyatakan ingin memperjuangkan agar DK PBB menjadi semakin efektif dan responsif dalam menjalankan mandatnya. Beberapa isu yang disebut menjadi perhatian antara lain penjagaan perdamaian, diplomasi preventif, pencegahan konflik, dan perlindungan warga sipil.
Dalam kampanye tersebut, pemerintah juga menempatkan perspektif negara-negara berkembang sebagai salah satu bagian penting dari pesan diplomatik Indonesia.
Kemlu menyebut Indonesia akan membawa suara dan prioritas Global Selatan, sekaligus memastikan perspektif negara-negara berkembang dapat terdengar dalam pembahasan DK PBB apabila Indonesia memperoleh kursi tersebut.
Bukan pengalaman pertama
Jika terpilih, periode 2029–2030 akan menjadi kali kelima Indonesia duduk sebagai anggota tidak tetap DK PBB.
Indonesia sebelumnya telah menjadi anggota tidak tetap pada periode 1973–1974, 1995–1996, 2007–2008, dan 2019–2021. Pada periode terakhir tersebut, Indonesia juga pernah memegang kepresidenan DK PBB pada Agustus 2020.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawa dalam kampanye kali ini.
Namun, pencalonan sebagai anggota tidak tetap bukan sekadar persoalan pengalaman diplomatik. Negara-negara calon harus memperoleh dukungan melalui pemilihan di Majelis Umum PBB. Karena itu, kampanye diplomatik menjadi bagian penting untuk memperkenalkan agenda dan posisi masing-masing kandidat kepada negara anggota.
Sugiono manfaatkan pertemuan bilateral
Kampanye tersebut berlangsung bersamaan dengan agenda diplomasi Indonesia yang lebih luas di New York.
Sugiono dijadwalkan menghadiri berbagai pertemuan tingkat tinggi dan tingkat menteri yang membahas isu perdamaian dan keamanan internasional, Palestina, perubahan iklim, pembangunan, serta penguatan multilateralisme. Ia juga akan melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan negara anggota PBB dan mitra Indonesia.
Pertemuan-pertemuan bilateral itu menjadi salah satu ruang bagi Indonesia untuk membangun komunikasi langsung dengan negara-negara lain, sekaligus menyampaikan kepentingan dan prioritas diplomasi Jakarta.
Pada 26 September waktu New York, Sugiono dijadwalkan menyampaikan Pernyataan Nasional Indonesia dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Dalam pidato tersebut, Indonesia akan menyampaikan pandangannya mengenai berbagai perkembangan dan tantangan global, termasuk komitmen terhadap multilateralisme dan kepentingan negara berkembang.
Dari kampanye menuju pemilihan
Kampanye yang berlangsung sekarang merupakan tahap awal menuju proses pemilihan anggota tidak tetap DK PBB untuk periode 2029–2030.
Bagi Indonesia, pencalonan ini sekaligus menjadi upaya untuk memperoleh kembali ruang di salah satu forum utama yang menangani persoalan perdamaian dan keamanan internasional.
Namun, pemerintah menekankan bahwa tujuan pencalonan bukan hanya memperoleh kursi. Kemlu menyatakan Indonesia ingin memberikan kontribusi konkret apabila mendapatkan mandat tersebut, termasuk dalam isu penjagaan perdamaian, pencegahan konflik, diplomasi preventif, dan perlindungan masyarakat sipil.
Dengan demikian, New York pada September 2026 menjadi salah satu panggung penting bagi diplomasi Indonesia. Di tengah pertemuan para pemimpin dan diplomat dari berbagai negara, Jakarta mulai memperkenalkan kembali dirinya sebagai calon anggota DK PBB untuk periode 2029–2030.
Perjalanan menuju pemilihan masih panjang. Tetapi sejak pengumuman pencalonan pada Januari lalu hingga kampanye yang kini digiatkan di New York, Indonesia telah memulai proses untuk menggalang dukungan dan menjelaskan kontribusi yang hendak dibawanya ke Dewan Keamanan PBB.
Pada akhirnya, hasilnya akan ditentukan melalui proses pemilihan di Majelis Umum PBB. Sementara itu, diplomasi Indonesia akan terus berjalan dari satu pertemuan ke pertemuan lain, membawa satu pesan utama: jika kembali memperoleh mandat, Indonesia ingin menggunakan kursi tersebut untuk terlibat dalam upaya menjaga perdamaian dan memperkuat kerja sama multilateral.
Sumber: Kemenlu, Antara
AI: ChatGPT


Percakapan