Ilusi Back to Nature
Ada mantra baru yang diserukan manusia modern dengan penuh harapan: back to nature. Kembali ke alam. Kembali ke akar. Kembali ke sesuatu…
Jurnalisme, gagasan, dan kebudayaan
Ada mantra baru yang diserukan manusia modern dengan penuh harapan: back to nature. Kembali ke alam. Kembali ke akar. Kembali ke sesuatu…
Ada tren baru yang menyebar pelan seperti kabut pagi di Instagram: hidup lambat. Slow living. Kembali ke desa, kembali ke kebun, kembali…
Di media sosial, alam tampak seperti spa raksasa yang diciptakan untuk kebutuhan healing manusia modern. Ada orang berbaring manis di hamparan rumput yang bersih…
Tangan yang KotorSeri Permakultur#3 Tanah punya caranya sendiri untuk bicara pada manusia. Kadang lewat aroma basah setelah hujan, kadang lewat lumpur yang…
Benih di Ujung JariSeri Permakultur#2 Ada perasaan tertentu ketika kita memegang benih. Di antara ujung jari dan biji kecil itu, ada jarak…
Tanah yang MengingatSeri Permakultur #1 Mungkin kita berpikir tanah hanyalah benda mati—sekadar hamparan cokelat yang menunggu dicangkul. Namun bagi siapa yang mau…
Di setiap genggam tanah, sebenarnya tersimpan cerita yang lebih tua dari manusia. Ia mengingat langkah-langkah yang pernah melintasinya, sisa hujan yang pernah…
Merayakan Kabar Burung Di sebuah negeri yang gemar berpesta meski dapurnya kosong, kabar burung sering kali lebih meriah daripada kenyataan. Agustus lalu,…
Membaca Puisi Pranita DewiKetika seorang penyair memberi judul bukunya dengan mengambil satu sajak di dalamnya, kita boleh menduga bahwa puisi itu adalah…
Di tengah reruntuhan narasi modernisme yang pernah memuliakan manusia sebagai pusat segalanya—homo sapiens yang rasional, berkuasa, dan tentu saja laki-laki Jawa yang…