Membaca Bali dalam Puisi Pranita Dewi
Membaca Puisi Pranita DewiKetika seorang penyair memberi judul bukunya dengan mengambil satu sajak di dalamnya, kita boleh menduga bahwa puisi itu adalah…
Jurnalisme, gagasan, dan kebudayaan
Membaca Puisi Pranita DewiKetika seorang penyair memberi judul bukunya dengan mengambil satu sajak di dalamnya, kita boleh menduga bahwa puisi itu adalah…
Di sebuah rooftop kafe di Lebanon, malam yang biasanya diselimuti jazz dan obrolan patah hati tiba-tiba berubah menjadi panggung perayaan aneh: langit…
Di negeri yang punya kementerian untuk segala hal kecuali rasa malu, rakyatnya memilih jalur bypass dalam menyampaikan keluh-kesah. Bukan pada ketua RT,…
—sebuah pembacaan barthesian terhadap politisi yang memeluk kerbau sambil tersenyum ke kamera Di negeri yang kehilangan bapak, siapa pun bisa jadi ayah.…
Di tanah Sunda yang konon gemah ripah loh jinawi, seorang gubernur terpilih tak hanya memikirkan jalan berlubang dan harga cabai, tapi juga…
Di Instagram, TikTok, atau X (yang dulu Twitter), ada satu jenis humor yang belakangan ini berhasil mengundang tawa massal: meme “kesenjangan sosial.”…
Di dunia yang menuhankan konsumsi, lapar adalah dosa. Ia adalah sesuatu yang harus segera dihapus dengan gigitan, suapan, atau minuman manis bervolume…
Kita terhenyak menyaksikan perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, saling lempar tarif, sensor semikonduktor, dan ancaman teknologi, seolah itulah panggung utama…
Beberapa waktu lalu, saya menulis esai Perjanjian Kecil dengan Ajal sebagai kelanjutan dari Silent Killer, yang keduanya dimuat di Niskala News dan…
Tidak ada dentuman, tidak ada ledakan. Tidak ada kilatan peluru atau sergapan pisau di gang sempit. Yang ada hanya bunyi renyah dari…