Lewati ke konten
8 November 2026Jelajahi arsip
Niskala News

Jurnalisme, gagasan, dan kebudayaan

Blockchain

AS Batasi Transaksi MEXC melalui Sistem Keuangan, FinCEN Ungkap Aliran Dana Ilegal US$16,7 Miliar

Pemerintah Amerika Serikat mengambil tindakan terhadap bursa aset kripto MEXC Global dengan membatasi akses transaksinya melalui sistem keuangan AS. Departemen Keuangan AS melalui Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) menerbitkan perintah pada 6 November 2026 yang melarang institusi keuangan AS memproses transfer dana dari atau ke MEXC.

Tindakan tersebut diumumkan sebagai bagian dari Operation Economic Outcast. Dalam pengumuman resminya, Departemen Keuangan AS menyatakan MEXC telah memfasilitasi sedikitnya US$16 miliar transaksi yang berkaitan dengan penghindaran sanksi, kejahatan siber, dan aktivitas keuangan ilegal lainnya.

Dokumen perintah FinCEN mencatat angka yang lebih spesifik, yakni sekitar US$16,7 miliar dalam periode Mei 2021 hingga Mei 2026. Temuan tersebut mencakup transaksi yang berkaitan dengan jaringan penghindaran sanksi Rusia, entitas Iran dan Korea Utara, serta aktivitas kejahatan siber.

FinCEN menyebut terdapat kelemahan serius dalam sistem pengendalian anti-pencucian uang atau anti-money laundering (AML) MEXC. Meskipun perusahaan memiliki kebijakan yang melarang penggunaan platform oleh individu atau entitas dari sejumlah yurisdiksi yang dikenai pembatasan, otoritas AS menyatakan kelemahan pengawasan memungkinkan transaksi dari pihak-pihak tersebut tetap berlangsung.

Aliran Dana Terkait Rusia, Iran, dan Korea Utara

Salah satu temuan utama FinCEN berkaitan dengan transaksi yang terhubung dengan penghindaran sanksi Rusia. Dalam periode Mei 2021 hingga Mei 2026, MEXC disebut memiliki paparan transaksi langsung maupun tidak langsung hampir US$1,5 miliar yang berkaitan dengan jaringan tersebut.

Dari jumlah itu, sekitar US$232 juta merupakan transaksi langsung dengan entitas yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris. FinCEN juga menyebut MEXC masih memproses transaksi dengan Garantex dan penerusnya, Grinex, hingga Juni 2026, meskipun Garantex telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS sejak April 2022.

Selain Rusia, otoritas AS mengidentifikasi aktivitas transaksi yang berkaitan dengan jaringan keuangan Iran. MEXC disebut melakukan transaksi langsung sekitar US$1 miliar dengan lebih dari 40 bursa aset kripto yang diidentifikasi berasal dari Iran.

FinCEN juga mencatat sekitar US$22 juta transaksi yang berkaitan dengan Bank Sentral Iran serta Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), termasuk Pasukan Quds. Kedua entitas tersebut telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara lain.

Dalam kasus Korea Utara, dokumen FinCEN menyebut MEXC memfasilitasi sekitar US$350.000 bagi Sim Hyon Sop, seorang fasilitator keuangan Korea Utara yang dikenai sanksi AS. Transaksi tersebut berlangsung antara Juni dan September 2025.

FinCEN juga mengidentifikasi aktivitas keuangan yang berkaitan dengan ransomware, pembayaran penipuan, dan pasar gelap daring. Otoritas AS menilai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa kelemahan pengendalian AML MEXC tidak hanya berkaitan dengan penghindaran sanksi negara, tetapi juga berbagai bentuk kejahatan keuangan lintas negara.

Temuan tersebut merupakan penilaian dan dasar tindakan administratif FinCEN, bukan putusan pengadilan pidana yang menyatakan MEXC bersalah.

Dasar Hukum dan Cakupan Pembatasan

Perintah FinCEN diterbitkan berdasarkan Section 9714(a) Combating Russian Money Laundering Act. Ketentuan tersebut memberikan dasar bagi pemerintah AS untuk membatasi hubungan transaksi lembaga keuangan asing yang dinilai menimbulkan perhatian utama terkait pencucian uang.

Perintah itu melarang institusi keuangan AS yang tercakup dalam aturan untuk melakukan transfer dana dari atau ke MEXC. Cakupannya termasuk transfer aset virtual yang dapat dikonversi atau convertible virtual currency.

Namun, pembatasan tersebut tidak langsung berlaku pada tanggal pengumuman. Dokumen FinCEN menetapkan bahwa perintah baru efektif 30 hari setelah dipublikasikan dalam Federal Register.

Dengan demikian, tindakan ini tidak berarti MEXC langsung ditutup secara global. Perintah tersebut juga tidak secara otomatis membekukan seluruh aset pengguna atau melarang seluruh pelanggan di luar Amerika Serikat menggunakan platform tersebut.

Dampak utamanya berada pada hubungan transaksi MEXC dengan institusi keuangan yang tunduk pada yurisdiksi AS. Pembatasan itu berpotensi memengaruhi hubungan bursa dengan bank, perantara pembayaran, dan penyedia likuiditas yang beroperasi dalam sistem keuangan Amerika.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa institusi keuangan tidak dapat mempertahankan akses ke sistem keuangan AS sekaligus mendukung rezim Iran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pengumuman resmi Departemen Keuangan sebagai bagian dari upaya Washington memutus jalur keuangan yang digunakan untuk menghindari sanksi.

Respons MEXC

MEXC menyatakan telah mengetahui perintah FinCEN dan sedang meninjau dampaknya bersama tim hukum serta kepatuhan perusahaan.

Dalam pernyataan resminya, bursa tersebut mengatakan operasional platform tetap berjalan normal dan aset pengguna tetap aman. MEXC juga menyatakan telah memulai pemeriksaan independen terhadap sistem pengendalian anti-pencucian uang dan kepatuhan sanksinya.

Pernyataan tersebut merupakan keterangan perusahaan dan belum dapat diperlakukan sebagai hasil audit independen yang telah dipublikasikan.

Berdasarkan pengumuman Departemen Keuangan AS, hingga September 2026 MEXC memproses transaksi lebih dari US$1 miliar per hari dan memiliki cadangan sekitar US$5 miliar. Perusahaan tersebut juga disebut sebagai salah satu dari 20 bursa aset kripto terbesar di dunia.

Besarnya skala operasional membuat pembatasan akses transaksi melalui institusi keuangan AS berpotensi menjadi tantangan bagi hubungan perbankan dan likuiditas MEXC. Namun, sejauh mana dampaknya terhadap operasional global perusahaan masih bergantung pada respons mitra keuangan dan perkembangan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan regulator.

Perhatian berikutnya tertuju pada masa pemberlakuan perintah FinCEN setelah publikasi di Federal Register, serta langkah yang akan diambil MEXC untuk menanggapi temuan otoritas AS.

Sumber:

  1. U.S. Department of the Treasury, 6 November 2026, Operation Economic Outcast Severs MEXC Global’s Access to the U.S. Financial System. https://home.treasury.gov/news/press-releases/sb0685/
  2. Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN), 6 November 2026, Operation Economic Outcast Severs MEXC Global’s Access to the U.S. Financial System. https://www.fincen.gov/news/news-releases/operation-economic-outcast-severs-mexc-globals-access-us-financial-system
  3. FinCEN, Order Regarding MEXC Global, berdasarkan Section 9714(a) Combating Russian Money Laundering Act. https://www.fincen.gov/system/files/2026-11/MEXC-Section-9714.pdf
  4. MEXC, pernyataan resmi mengenai perintah FinCEN dan peninjauan sistem kepatuhan. https://www.mexc.com/announcements/article/statement-regarding-fincen-s-november-6-order-17827791539626

AI: ChatGPT, Gemini

Percakapan

Tinggalkan tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *