Nocturnal Ensemble dan World Music di Layang Lakbok Festival 2018



Foto: dokumentasi Nocturnal Ensemble
Niskala News, 7 September 2018. Niskala News mengulas kembali sebuah festival penting di Ciamis yang diadakan di kecamatan Lakbok yaitu Layang Lakbok Festival 2018. Festival tersebut diadakan pada tanggal 24-26 Agustus 2018, salah satu kegiatannya adalah World Music Festival. Niskala News mewawancarai salah satu grup musik pengusung wold music yang mengikuti Layang Lakbok Festival 2018, yaitu kelompok Nocturnal Ensemble. Niskala News mewawancarai vokalisnya yaitu Mita Kulsum.
Sejak kapan Mita Kulsum secara serius menggeluti musik dan mengapa memilih untuk menjadi vokalis?
Sejak saya masuk sekolah kejuruan tepatnya tahun 2008 di SMK Negeri 10 Bandung. Sebetulnya disiplin ilmu yang dipelajari ilmu karawitan namun keikut sertaan kegiatan sekolah yang sering dipertunjukan seni musik terutama bidang vokal maka saya memilih bereksplorasi lebih dalam tentang vokal. Dan ketika memasuki jenjang perkuliahan saya mengikuti pekan komponis muda dan mulai dari sanalah saya merasa termotivasi untuk memfokuskan di bidang tarik pernafasan terutama vokal kontemporer yang sekarang masih jarang digeluti oleh musisi wanita khususnya di Jawa Barat karena dinilai tingkat kesulitan yang agak keras dan proses yang jangka panjang
Apa arti world music bagi Mita Kulsum?
Musik adalah nafas, termasuk world music di dalamnya. Hanya dengan bahasa musik dapat memadukan beberapa budaya menjadi selaras dan satu tanpa harus kita mengerti liriknya, hasil bunyi dari musik dapat kita rasakan dan dapat kita intepretasikan maknanya masing-masing tanpa ada tekanan dan keharusan dari seorang komposernya sendiri. Saya mecutat hasil wawancara dengan Dedy Satya Hadianda (pembimbing Tugas Akhir S1) yang ada hubungannya dengan nafas yang mengatakan bahwa, “Tradisi tidak akan berbunyi jika tidak ada Nafas”. Bagi saya itu adalah pernyataan ‘berlian’ bahwa segala sesuatu terlebih kesenian, semua tidak akan pernah ada jika subjektifnya tidak ada, karena tidak ada nafas di dalamnya. “Nafas adalah kehidupan”, yang membuatnya menjadi hidup dan nyata.
Mengapa Kulsum dan Nocturnal Ensemble memilih genre world music?
Nocturnal Ensemble didirikan pada Desember 2017 yang awalnya terbentuk sebagai pemusik untuk mengiringi tari. Memilih genre world music karena dapat dijadikan lahan basah untuk eksplorasi musik yg berangkat dari etnik bangsa-bangsa, baik barat maupun timur (termasuk Indonesia) tanpa harus mengacu pada idiom etnik yang sudah ada.
Apa yang menjadi ciri khas dari world music yang ditawarkan dari Kulsum dan Nocturnal Ensemble?
Yang menjadi ciri khas dalam world music versi Nocturnal Ensemble adalah proses elaborasi dari idiom-idiom musik etnik, seperti persenyawaan sistem tangga nada, pola melodi dan pola ritmik. Meski demikian, idiom sunda menjadi dasar kami membuat membuat musik jenis world music.
Apa pengalaman menarik bagi Kulsum dan Nocturnal Ensemble dalam menampilkan world music?
Yang menarik dalam setiap karya atau garapan dalam menampilkan world music adalah tantangan. Tantangan untuk mengenal, mendengar dan menggarapan suatu karya degan budaya lain (notabenenya kebudayaan sunda yang selama ini dipelajari). Kita harus memimesiskan tangga nada, karna kepekaan telinga tidak dapat dibiaskan. Hal menarik lainnya, kita dapat memperpanjang tali persaudaraan dengan berjumpa, bertukar pendapat, sharing ilmu dengan kawan yg baru yang memimiliki kebudayaan dan ciri khas masing-masing.
Mengapa tertarik untuk tampil di acara Layang Lakbok Festival 2018?
Tertarik main di lakbok karena lakbok sebagai daerah perbatasan yg memiliki kebudayaan unik antara Sunda dan Jawa. Selain itu, spirit masyarakat setempat sebagai penggagas dan pelaksana menjadi daya tarik tersendiri sehingga kami ingin berbagi kebahagiaan demi kesuksesan acara tersebut.
Untuk informasi lebih dalam lagi mengenai apa saja kegiatan bermusik dari Nocturnal Ensemble, dapat menghubungi mereka melalui email atau media sosial berikut ini:
Email: nocturnalensemble2018@gmail.com
Instagram: @nocturnalensemble
Youtube channel: nocturnal ensemble


Percakapan