Puisi-puisi Rifki Syarani Fachry
PELUK LAUT
ketika kita melarung gelisah
ke tengah denyut laut yang pasang
purnama putih dan gelombang
menampar kita yang telanjang
ombak menekan bahuku;
kita tenggelam berpelukan
ke lekap palung, ke dasar jantung
dekap kita sampai ke lambung
dan cinta yang karam
pelukan kita yang garam
kekal jadi harta di kedalaman
di lungkang laut pangandaran
BARANGKALI, DEFINISI CINTA
DAN RINDU YANG KELIRU
cinta adalah luka itu sendiri
dan rindu sekepal pasir
tubuh yang layuh berair
tangis: ruh dari mayat tubuhnya
yang ombak seperti halnya takdir
kembali mengikis tipis bibir pasir
dan arang selepas gema takbir
magrib di ujung surau terdengar
luka menautkan waktu-waktu
yang tak pernah berakhir
tak pernah sembuh dan pulih
selalu malam dan getir
diulur gelombang-gelombang air
pasang selalu perawan
dan bulan pucat telanjang
menyepuh cinta dan rindu;
ombak dan pasir nampak ungu
memar warna luka itu
tak pernah keliru
JATUH CINTA PADAMU
jatuh cinta padamu, bagiku
sama halnya seperti kematian dan lahir
aku tenggelam
di bening telaga matamu
dan kedipnya murung;
hampa yang bergaung
adalah dengung dari
sembilan puluh sembilan
nama rindu
yang lengkapi koleksi
air mataku
jatuh cinta padamu
kepastian itu garis tangan
bagiku bukan lagi tafsir
dan ramalan
pada pulau gelap
di tengah telaga
keraguan ialah aku:
mayat lelaki yang karam
di matamu
ribu luka sayat
dan lebam temaram mendarat
di tubuhku, genap
ciri aku pernah sekarat
sedang di lingkar
matamu yang terluar
tali air ke sungai kecil
seperti jejak kaki putus asa
dari mimpi
yang kehilangan ceritanya
seperti pahala
yang ditinggalkan surganya
atau neraka
yang membuang siksanya
jatuh cinta padamu
aku rela jadi waktu
tanpa masa depan
dan masa lalu



Percakapan