Lewati ke konten
23 September 2026Jelajahi arsip
Niskala News

Jurnalisme, gagasan, dan kebudayaan

Jurnalisme Otomatis

Meta dan Muse: Ketika Asisten AI Terinspirasi OpenClaw

Perkembangan terbaru asisten AI milik Meta, Muse, kembali menjadi perhatian setelah perusahaan tersebut mengakui bahwa desain produknya memang mendapat inspirasi kuat dari OpenClaw, proyek AI open-source yang belakangan menjadi salah satu rujukan penting dalam perkembangan personal agent. Pengakuan ini menarik karena sebelumnya pengguna dan komunitas AI menemukan sejumlah kemiripan antara Muse dan OpenClaw, mulai dari cara kerja agen hingga struktur ruang kerja dan sejumlah berkas konfigurasi.

Namun, Meta membedakan secara tegas antara terinspirasi dan mengambil teknologi secara langsung. Nat Friedman, pimpinan produk Meta Superintelligence Labs, mengatakan bahwa Muse “dibangun dari awal”, tetapi pada saat yang sama mengakui bahwa produk tersebut memang “sangat terinspirasi” oleh OpenClaw. Menurut Friedman, tim Meta menggunakan OpenClaw dan kemudian melihat kemungkinan untuk membangun sesuatu dengan konsep serupa yang dapat dibuat lebih aman, lebih mudah digunakan, dan pada akhirnya tersedia dalam skala yang jauh lebih besar.

Pernyataan itu muncul setelah komunitas AI mulai membandingkan Muse dengan OpenClaw. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kemiripan struktur workspace kedua sistem. Pengguna menemukan adanya berkas seperti SOUL.md, sebuah berkas konfigurasi berbasis Markdown yang digunakan untuk mendefinisikan karakter, gaya komunikasi, nilai, batas perilaku, serta kemampuan sebuah agen AI. Perbandingan yang beredar bahkan menyoroti kemiripan nama dan isi sejumlah berkas tersebut.

Meta tidak mengatakan bahwa kode OpenClaw digunakan untuk membangun Muse. Sebaliknya, Friedman menjelaskan bahwa timnya memang menyukai sejumlah gagasan yang diperkenalkan OpenClaw. Ia bahkan mengatakan bahwa tim Meta menganggap beberapa keputusan desain yang dibuat oleh pengembang OpenClaw sudah tepat. Dengan demikian, persoalan yang muncul lebih tepat dipahami sebagai hubungan antara inspirasi produk dan implementasi teknologi, bukan sebagai pernyataan bahwa Muse merupakan OpenClaw yang sekadar diberi kemasan baru.

Menariknya, hubungan antara kedua proyek tersebut sebenarnya sudah terlihat sebelum pengakuan terbaru Meta. Dalam materi pengembangan Muse Glimmer, model open-weight Meta yang dirancang untuk workflow agen yang berjalan terus-menerus, Meta secara terbuka menyebut OpenClaw sebagai salah satu reference integration. Muse Glimmer dirancang untuk melakukan pemanggilan berbagai perangkat dan layanan secara berurutan, mempertahankan konteks panjang, menangani kegagalan tool, serta menjalankan pekerjaan agen yang berlangsung dalam banyak tahapan.

Di sinilah perkembangan Muse menjadi lebih menarik. Meta tampaknya tidak sekadar membangun chatbot yang menjawab pertanyaan, tetapi sedang mengembangkan konsep personal AI agent—sebuah sistem yang dapat menerima tujuan dari pengguna kemudian melakukan serangkaian pekerjaan untuk mencapainya.

Ketika diluncurkan pada 8 September 2026, Meta menjelaskan bahwa Muse dirancang untuk melakukan pekerjaan nyata, seperti mengirim email, memesan perjalanan, menyusun rencana, serta mengubah tujuan jangka panjang menjadi serangkaian tindakan. Sistem tersebut juga dirancang untuk mengingat informasi yang relevan mengenai pengguna dan menggunakannya dalam interaksi berikutnya.

Arsitektur Muse juga menunjukkan bahwa Meta melihat persoalan keamanan sebagai bagian penting dari personal agent. Muse berjalan melalui Muse Secure VM, yaitu komputer virtual khusus di cloud yang menjadi lingkungan kerja agen sekaligus tempat penyimpanan data dan kredensial pengguna. Meta juga menjelaskan keberadaan sistem bernama Sentinel yang bertugas mengawasi akses Muse ke internet dan meminta persetujuan pengguna ketika diperlukan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan salah satu perbedaan penting antara eksperimen agen AI open-source dan produk yang dirancang perusahaan teknologi besar. OpenClaw dapat menjadi ruang eksperimen yang cepat bagi komunitas pengembang, sedangkan Meta harus memikirkan persoalan lain yang jauh lebih besar: keamanan, privasi, skalabilitas, pengalaman pengguna, serta bagaimana agen dapat beroperasi ketika digunakan oleh jutaan bahkan miliaran orang.

Friedman sendiri mengatakan bahwa setelah mencoba OpenClaw pada Januari, ia membeli ratusan Mac mini untuk timnya di Meta Superintelligence Labs. Ia mengatakan banyak anggota tim kemudian sangat menyukai penggunaan OpenClaw dan berbagai personal agent lainnya. Dari pengalaman tersebut, muncul gagasan untuk membuat sesuatu dengan karakter serupa tetapi dirancang agar lebih aman, mudah digunakan, dan dapat diperluas ke skala konsumen.

Perkembangan Muse kemudian bergerak cukup cepat. Reuters melaporkan pada 22 September bahwa Muse telah memperoleh lebih dari 2,5 juta unduhan dan sempat berada di posisi teratas tangga unduhan aplikasi Amerika Serikat dalam dua minggu setelah peluncurannya. Agen tersebut juga telah diperluas dengan kemampuan melakukan panggilan telepon kepada bisnis untuk berbagai keperluan pengguna.

Tetapi kemampuan melakukan tindakan atas nama manusia juga menciptakan persoalan baru. Dalam pengujian fitur panggilan, Reuters melaporkan bahwa Meta bahkan menguji penggunaan “human concierge”, yakni ketika permintaan tertentu dapat diteruskan kepada pekerja manusia untuk melakukan panggilan. Pengujian tersebut memunculkan pertanyaan internal mengenai privasi karena percakapan atau informasi sensitif pengguna berpotensi diketahui oleh manusia yang menangani panggilan. Meta menyatakan pengujian tersebut dilakukan untuk memperoleh masukan mengenai keamanan dan privasi sebelum fitur dirilis secara lebih luas.

Dengan demikian, cerita mengenai Muse dan OpenClaw sebenarnya menggambarkan perubahan yang lebih besar dalam industri AI. Perkembangan personal agent tidak selalu terjadi melalui penciptaan teknologi yang sepenuhnya terisolasi satu sama lain. Ide-ide desain dapat bergerak dari komunitas open-source menuju laboratorium perusahaan besar, kemudian dikembangkan kembali dengan infrastruktur, sistem keamanan, dan skala distribusi yang berbeda.

Dalam konteks ini, pengakuan Meta menjadi penting bukan semata-mata karena adanya kemiripan antara Muse dan OpenClaw. Yang lebih menarik adalah bagaimana sebuah proyek open-source dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan produk AI konsumen berskala global.

Muse pada akhirnya memperlihatkan arah baru perkembangan AI: dari AI yang menjawab menuju AI yang bekerja. Pengguna tidak lagi hanya memberikan pertanyaan dan menunggu jawaban, tetapi memberikan tujuan dan membiarkan agen menyusun langkah-langkah untuk mencapainya.

Dan ketika paradigma itu mulai menjadi arus utama, pertanyaan tentang siapa yang menciptakan sebuah ide menjadi semakin kompleks. Dunia open-source, komunitas pengembang, laboratorium penelitian, dan perusahaan teknologi besar kini berada dalam ekosistem yang saling memengaruhi. OpenClaw menjadi salah satu contoh bagaimana eksperimen yang berkembang di ruang open-source dapat memberikan pengaruh terhadap desain produk perusahaan besar.

Karena itu, pernyataan Meta bahwa Muse “dibangun dari awal” dan sekaligus “sangat terinspirasi” oleh OpenClaw tidak harus dipahami sebagai dua pernyataan yang bertentangan. Keduanya menggambarkan dua lapisan berbeda dalam pengembangan teknologi: asal-usul implementasi dan asal-usul inspirasi desain. Yang pertama menyangkut bagaimana sebuah sistem dibangun; yang kedua menyangkut gagasan apa yang membentuk arah pembangunannya.

Pada akhirnya, perkembangan Muse menunjukkan bahwa persaingan AI kini bukan hanya mengenai siapa yang memiliki model bahasa paling besar atau benchmark paling tinggi. Pertarungan berikutnya berlangsung pada tingkat yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: siapa yang mampu membuat agen AI yang dapat memahami konteks manusia, mengingat kebutuhannya, menggunakan berbagai perangkat, mengambil tindakan, dan melakukannya dengan tingkat keamanan yang dapat dipercaya.

Di titik itulah Muse dan OpenClaw menjadi bagian dari cerita yang jauh lebih besar: transformasi AI dari alat percakapan menjadi agen digital yang bekerja di dalam kehidupan manusia.

Sumber: Techcrunch, Reuters, Meta

AI: ChatGPT

Percakapan

Tinggalkan tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *