Lewati ke konten
7 October 2026Jelajahi arsip
Niskala News

Jurnalisme, gagasan, dan kebudayaan

Buku

Seorang Lelaki yang Menggali Kuburan dengan Sebatang Jarum

Oleh Wandi Butuhspasi

Saya membayangkan sebelum buku puisi ini rampung, pemilik tulisan rusa berbulu merah berbisik ditelinga penulisnya. “Yang kau perlukan adalah menyeru mahluk halus. yang berdiam di balik kata-kata. Tapi kau hanya akan mendapati kata-kata jika ia tahu kau mencarinya. Serulah dia tanpa ia mendengar suaramu.”

Hantu adalah kenangan, sebuah judul yang memiliki tiga kata bermakna magis. Selalu ada tiga unsur saya temukan dalam seluruh puisinya: Setidaknya ada 3 nama perempuan disebutkan, atau pada alam terdapat laut, nelayan dan pohon juga gunung, matahari dan sawah mengikuti rumus sederhana keseimbangan, menjadi mantra, sekaligus prasyarat yang menghasilkan harmonisasi. Sebuah judul yang memikat sekaligus menakutkan. Tiga kata yang menurut saya berhasil menjadi sebuah judul puisi tapi bagaimana dengan isi bukunya? berikut sepenggal bait awal pusi Hantu Adalah Kenangan;

di malam sunyi, seseorang gundah mengetuk seluruh pintu rumah;
pintu kenangan orang-orang
ia marah dan menanyai seisi kota
bertanya kenapa nastenka
dan Dostoyevsky itu gila

ia gerayangan seperti arwah 
yang tak punya apapun selain malam
dan beberapa pertanyaan 
tentang cinta yang bodoh 
yang selalu dikerjakannya sendirian

Atau sepenggal awal puisi lainnya berjudul Mengukur Umur Hujan:

aku kehilangan cara 
menerka berapa usia hujan
dari jendela gerbong kereta
pucat bibirmu dan warna hujan
seperti kenangan yang kuingat 
barangkali telah sama-sama tua
dan retak

Sebuah buku yang seolah menempatkanmu berada dibalik jendela terbuka oleh tiupan angin kencang, dan hujan deras. Terlihat seseorang melintas, menghilang dan terlihat kembali dari kejauhan bersamaan dengan sambaran petir, menghabiskan malam dengan menggali tanah merah dengan sebatang jarum lalu berhenti setelah menemukan apa yang dicarinya, menyatukan setiap potongan dalam satu tubuh, membangkitkan, mengurungnya, menyuapi dan memeliharanya sampai mahluk itu berubah menjadi hantu yang kelak akan mencari tahu identitasnya, sekaligus bertanya mengapa dihadirkan dan untuk apa dirinya diciptakan. Barangkali, butuh membaca utuh untuk mendapatkan jawaban atau sekedar memastikan bahwa hantu kenangan yang sering berkunjung di kepalamu adalah hantu yang kau gali sendiri dengan sebatang jarum.

Buku Hantu Kenangan, Rifki Syarani Fachry

Percakapan

Tinggalkan tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *