Diskusi Buku Karya Feby Indirani di Pekan Sastra Bogor Dibatalkan: Saya Merasa Ditinggalkan Sendiri oleh Panitia, Padahal Saya Kira Kita Satu Perahu

Gambar: Instagram feby.indirani
Diskusi buku Memburu Muhammad karya Feby Indirani yang semula dijadwalkan dalam rangkaian Pekan Sastra Bogor 2026 dibatalkan. Dalam unggahan media sosialnya, Feby mengungkap bahwa menurut informasi yang diterimanya, pembatalan tersebut terjadi setelah muncul tuntutan dari sebuah organisasi yang mengaku sebagai Front Persatuan Islam (FPI).
Feby menyebut pihak tersebut mempersoalkan bukan hanya judul bukunya, tetapi juga subjudul diskusi yang dibuat oleh panitia: “Memburu Muhammad: Bagaimana Cerita Mengganggu Cara Kita Memahami Agama?”
Menurut Feby, pihak yang meminta pembatalan bahkan menyatakan “siap perang” dan mengancam akan membawa sekitar 200 orang massa apabila acara tetap dilaksanakan.
Klaim tersebut disampaikan Feby dalam unggahannya setelah acara dibatalkan. Ia mengatakan situasi itu membuat pihak penyelenggara maupun pengelola tempat acara berada dalam kondisi cemas.
“Pihak perpustakaan sebagai penyedia venue tentu cemas fasilitas mereka dirusak. Pihak panitia mencemaskan keamanan dan lancarnya keberlangsungan acara keseluruhan.”
Dengan pertimbangan tersebut, Feby mengatakan bahwa dirinya menerima pembatalan acara demi keamanan. Namun, ia mempermasalahkan keputusan panitia untuk tidak menjelaskan secara terbuka kepada publik alasan pembatalan dan pihak yang menurutnya berada di balik tuntutan tersebut.
Bagi Feby, persoalannya kemudian bukan semata-mata apakah sebuah diskusi sastra jadi berlangsung atau tidak. Ia mempertanyakan bagaimana sebuah kegiatan kebudayaan merespons tekanan ketika terdapat ancaman terhadap keamanan.
Menurutnya, panitia setidaknya dapat mengeluarkan press release yang menjelaskan kronologi pembatalan kepada publik.
“Yang minimal bisa dilakukan oleh panitia adalah tetap mempertahankan sikap membela kebebasan berekspresi dan transparansi publik dengan mengedarkan press release.”
Feby juga mengkhawatirkan dampak dari tidak adanya penjelasan resmi. Tanpa keterangan mengenai alasan pembatalan, menurut dia, publik dapat membuat tafsir sendiri—termasuk kemungkinan mengira bahwa dirinya sebagai penulis merupakan pihak yang menghendaki pembatalan acara.
Ia bahkan mengatakan merasa ditinggalkan oleh panitia Pekan Sastra Bogor.
“Dalam hal ini, saya merasa ditinggalkan sendiri oleh panitia. Padahal saya kira kita satu perahu.”
Acara dibatalkan, diskusi dengan tema serupa tetap berlangsung
Persoalan menjadi semakin menarik karena, menurut Feby, setelah diskusi bersama dirinya dibatalkan, panitia kemudian menggantinya dengan diskusi buku bertema serupa.
Feby menyoroti ironi tersebut karena pada saat yang sama terdapat narasi mengenai “keberanian” dalam materi promosi kegiatan pengganti.
“Panitia membatalkan acara saya, kemudian menggantinya dengan diskusi buku bertema serupa—sambil menyebut tentang ‘keberanian’ pada caption,” tulisnya.
Bagi Feby, situasi tersebut menunjukkan persoalan yang lebih besar daripada sekadar perubahan susunan acara. Ia melihat adanya persoalan mengenai bagaimana penyelenggara kegiatan kebudayaan bersikap ketika berhadapan dengan tekanan dari kelompok di luar acara.
Ia bahkan menyebut apa yang terjadi sebagai “preseden negatif” bagi kebebasan berekspresi.
Buku Memburu Muhammad merupakan karya Feby Indirani yang pertama kali terbit pada 2020 dan menjadi bagian kedua dari seri Islamisme Magis. Buku tersebut berisi kumpulan cerita pendek yang menggunakan fiksi, satire, humor, dan absurditas untuk membicarakan berbagai persoalan dalam kehidupan beragama.
Sumber: Instagram feby.indirani



Percakapan