Menelusuri Lorong Ekologi Gelap dan Puisi
Di tengah krisis iklim dan kepunahan massal era Antroposen, cara pandang manusia modern terhadap bumi kerap terjebak dalam dua kutub sempit: kepanikan…
Jurnalisme, gagasan, dan kebudayaan
Di tengah krisis iklim dan kepunahan massal era Antroposen, cara pandang manusia modern terhadap bumi kerap terjebak dalam dua kutub sempit: kepanikan…
Membaca Babad Kopi Parahyangan “Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum.” Kalimat M.A.W. Brouwer itu begitu terkenal. Kartu pos, puisi-puisi Priangan Si…
Beberapa hari setelah pulang dari Ciamis, sebuah rumpaka terus terngiang. Bukan karena saya melupakan malam perayaan 70 tahun Godi Suwarna atau antologi Ringkang…
Ketika Kultivasi Bertemu Algoritma Dalam dekade terakhir, lanskap fiksi kontemporer Tiongkok—baik dalam bentuk web novel, draf kreatif, maupun komodifikasi visual drama mikro…
Oleh: Ninuk Kleden-P, Antropolog Tiga, empat dasawarsa lalu, saya pernah mengenal beberapa orang Indonesia yang bekerja, dihargai, bahkan dibutuhkan di negeri orang,…
Album debut mereka, Rage Against the Machine (1992), dengan cepat memperlihatkan kedaran politik. Lagu seperti Killing in the Name menutup dirinya dengan…
Figur Tirta Mandira Hudhi, yang lebih dikenal sebagai Dokter Tirta, menempati posisi yang cukup unik dalam ekosistem media digital Indonesia. Ia tampil…
Commedia dell’Arte: Tertawa di Tengah Kekuasaan Bayangkan sebuah panggung kecil di alun-alun kota Italia abad ke-16. Tidak ada naskah tebal, tidak ada…
Oleh: Ninuk Kleden-Probonegoro, Antropolog penggemar fiksi. Saya belum menemukan istilah yang tepat untuk mengganti diksi messy[1]. Menurut kamus[2] ia adalah kondisi yang…
Di negeri yang punya kementerian untuk segala hal kecuali rasa malu, rakyatnya memilih jalur bypass dalam menyampaikan keluh-kesah. Bukan pada ketua RT,…